Selasa, 02 Juni 2015

PUASA

A.     Pengertian Puasa
Saum (bahasa Arab: صوم) secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Saum adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah:183).
Imam Qurtubi menjelaskan pengertian puasa :
والصوم في الشرع : الإمساك عن المفطرات مع اقتران النية به من طلوع الفجر إلى غروب الشمس , وتمامه وكماله باجتناب المحظورات وعدم الوقوع في المحرمات
Puasa menurut syariat (Islam) adalah menahan dari segala yang membatalkan puasa disertai niat berpuasa mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dan lebih sempurna lagi dengan menjauhi perkara yang dilarang dan terhindar dari perkara yang diharamkan.


B.     Syarat wajib saum
1.   Beragama Islam,
2.   Berakal sehat,
3.   Baligh (sudah cukup umur),
4.   Mampu melaksanakannya.

C.     Syarat sah saum
1.   Islam (tidak murtad),
2.   Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk),
3.   Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita),
4.   Mengetahui waktu diterimanya puasa.

D.     Rukun saum
1.   Islam,
2.   Niat,
3.   Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

E.     Hadits-hadits tentang puasa :
Berikut ini adaah hadits-hadits tentang puasa, orang akan sempurna puasanya bila didasari dengan ilmu dan niat yang tulus, hadits di bawah ini sebagai motivasi kita dalam menjalankan ibadah puasa :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang bernama ar-Royyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasukinya pada hari kiamat. Tidak ada seorangpun yang memasukinya selain mereka. Akan ada yang berseru, ‘Manakah orang-orang yang berpuasa?’. Maka bangkitlah mereka. Dan tidak akan memasukinya selain mereka. Apabila mereka telah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga tidak akan ada lagi yang masuk melewatinya seorang pun.” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ
“Apabila Ramadhan telah datang maka dibukakan pintu-pintu surga.” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
Apabila bulan Ramadhan telah masuk dibukakanlah pintu-pintu langit dan dikunci pintu-pintu Jahannam, dan syaitan-syaitan pun dirantai.” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam)
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang menghidupkan malam Qadar -dengan ketaatan- karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. Dan barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam)
Wajib meninggalkan ucapan dusta ketika berupasa, Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
 مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan mengamalkannya maka Allah sudah tidak lagi memerlukan dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar